Meskipun dirilis beberapa tahun lalu, efek visual (CGI) yang menampilkan makhluk Mars dan kota-kota terapung masih terlihat sangat mengesankan hingga saat ini.

: Kualitas suara jernih yang memaksimalkan efek suara pertempuran dan musik latar megah gubahan Michael Giacchino.

Untuk pengalaman terbaik, kami sarankan Anda mengakses film ini secara legal melalui atau layanan VOD resmi lainnya. Jangan lupa untuk mengaktifkan subtitle Indonesia agar lebih mudah memahami dialog antar ras Mars yang unik. Selamat menonton petualangan John Carter di planet Barsoom

Adaptasi dari novel klasik karangan Edgar Rice Burroughs, A Princess of Mars , film ini bercerita tentang John Carter (diperankan oleh Taylor Kitsch), seorang veteran Perang Saudara Amerika yang secara misterius dipindahkan ke planet Mars (dikenal sebagai Barsoom oleh penduduk lokal).

Suatu hari, ia dikejar-kejar oleh pihak militer dan suku Apache hingga bersembunyi di sebuah gua misterius yang disebut "Spider Cave of Gold". Di dalam gua, ia bertemu dengan seorang sosok misterius (Thern) dan secara tidak sengaja mengaktifkan sebuah medali yang membawanya pingsan.

"John Carter" adalah sebuah film yang layak untuk Anda saksikan, terutama jika Anda adalah penggemar genre fiksi ilmiah dan petualangan epik. Jangan biarkan statusnya sebagai box office bomb di masa lalu menghentikan Anda untuk menikmati sebuah cerita yang sebenarnya sangat mendasar dan berpengaruh.

Mantan kapten tentara konfederasi yang mendadak menjadi pahlawan penyelamat di planet Mars.

: Bangsa agresif yang dipimpin oleh Sab Than, yang mendapatkan senjata pemusnah massal dari makhluk misterius bernama Therns.

Film "John Carter" memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

Cerita berpusat pada karakter bernama John Carter, seorang kapten perang sipil Amerika Serikat yang tangguh namun mengalami trauma masa lalu. Secara tidak sengaja, ia menemukan sebuah gua misterius yang membawanya berpindah tempat (berteleportasi) secara instan ke sebuah planet asing bernama Barsoom, yang sebenarnya adalah planet Mars.

: Penggambaran kota Helium, Zodanga, dan animasi CGI untuk kaum Thark terasa sangat hidup dan megah.

However, the film’s greatest challenge was its marketing and its timing. Because the source material is over a century old, many of the tropes it pioneered—such as the "chosen one" on a desert planet—had already been popularized by modern blockbusters. To an uninformed audience, John Carter felt derivative of the very films it actually inspired. Additionally, the confusing title choice and a ballooning budget led to it being labeled a "flop," which overshadowed the genuine heart and craftsmanship present in the storytelling.

Bagi yang suka nonton film dengan subtitle Indonesia, dialog dan humor dalam John Carter cukup mudah diterjemahkan, sehingga pengalaman menonton terasa imersif.

Este sitio web utiliza cookies para que usted tenga la mejor experiencia de usuario. Si continúa navegando está dando su consentimiento para la aceptación de las mencionadas cookies y la aceptación de nuestra política de cookies, pinche el enlace para mayor información.

ACEPTAR
Aviso de cookies